 | Salam dari Gadis (revisi 25 July 2010) | Sep 24, 2007 |
Mohon maaf, sejak 25 Juli 2010 weblog ini pindah ke http://gadis7.wordpress.com Sorry for inconvenient. Warmest regards. Aku seneng banget nech bisa nyadur dari blog tetanggaku, Hafizh, menginspirasiku juga sech. Doi nulis kayak gini:
 courtessy TV One
 courtessy VivaNews.Com Akhirnya bisa muncul lagi, anyway, setelah Jerman digilas oleh Spanyol 1-0 di Semi Final Piala Dunia 2010 kemarin. Kalu diingat-ingat, terhitung dari persiapan Java Jazz Festival 2010 bulan Maret kemarin, sampai rencana bikin tulisan tentang Tina Talisa, Farah Quinn, saya engga nulis-nulis lagi di blog ini sekitar hampir 8 bulan. Ceritanya, sampai tim bola Spanyol yang akhirnya menang di final piala dunia bola kemarin. Sejak Java Jazz tempo hari, kegiatan rada-rada punya eskalasi meningkat. Belon lagi disela-sela tugas sekolah dan sempet juga liburan dengan keluarga besarku.  courtessy FIFA Tentunya banyak banget yang mau diceritain pengalaman sepanjang perjalanan itu. Kalo sekarang menulis lagi, ada sebabnya. Selain kangen kepengen nulis di blog, juga sebagai obat stress dari kegiatan yang numpuk sehari-hari. Naaa….. sekarang bersiap-siap lagi bikin tulisan deh. Merdeka!! *) Untuk karedok, kita siapkan dulu bahan-bahannya: Bumbu Saus: 250 gram kacang tanah digoreng dan habis itu dihaluskan, 6 buah cabai rawit merah direbus, 6 buah cabai merah besar direbus juga, 5 cm kencur, 3 siung bawang putih, 1 sdm gula merah sisir, 1 sdt garam, 1 jeruk limau untuk diperas airnya, 1 sdm cuka masak, 150 ml air mateng, 150 gram oncom untuk dibakar.
Habis itu sekarang menyiapkan sayurannya: 5 lonjor kacang panjang diiris halus, 2 lembar kol diiris halus, 3 terong lalap dipotong dadu kecil-kecil, 1 buah ketimun diiris, 50 gram taoge disiangi terus direbus sebentar ajah, 50 kemangi.
Siapkan lagi pelengkapnya: Kerupuk merah/sagu.
Cara meramunya:
- Bumbu/saus: haluskan kacang tanah bersama cabai merah besar, cabai rawit, bawang putih, gula merah, dan garam.a Diaduk-aduk sampai rata. Tambahkan air, oncom diremas, masukan kedalam bumbu, kasih air jeruk limau, diaduk rata.
- Penyajian: cuci bersih sayuran, diiris, lalu masukan ke dalam bumbu, aduk rata, tambahkan kemangi, aduk rata lagi, sajikan.
- Jatah untuk: 4 orang!!
Bahan-bahannya dulu disiapin: 300 gram beras putih, 400 ml santan dari 1 butir kelapa, 2 buah bunga pala, 6 biji cengkih, 5 cm kayu manis, 1 biji pala dimemarkan, 3 cm lengkuas dimemarkan, 2 batang serai dimemarkan, 2 cm jahe dimemarkan juga.
Aksesorinya juga: Sambel kacang: 150 gram kacang tanah goreng dihaluskan, 10 cabai rawit merah dihaluskan, 2 sdm cuka masak, garam dan bumbu penyedap secukupnya, dididihkan sampai mengental pekat. Bumbu kacang: 250 gram kacang tanah goreng dihaluskan, 1 sdt garam, 2 sdm gula merah dan air sisa merebus ayam, dididihkan sampai mengental pekat juga. Bawang goreng.
Cara meramunya nech:
- Beras putih cuci bersih rendam selama 30 menit, tiriskan dan kukus selama 30 menit, angkat.
- Sementara didihkan santan, masukkan bunga pala, cengkih, kayu manis, pala, lengkuas, serai dan jahe. Masak hingga santan harum , kemudian disaring.
- Campur beras yang dikukus dengan santan panas tanpa api, atau istilahnya "aron darat". Diaduk rata hingga seluruh santan dihisap beras.
- Kukus selama 30 menit atau sampai 1 jam, sampai kerasa nasi nya lunak, terus diangkat.
- Sajikan hangat dengan sambel kacang, bawang goreng dan aneka gorengan ayam, empal, usus, tahu tempe dan sate udang.
- Semua yang disebutin diatas bisa buat 6 porsi atau 6 orang.
Okay khan? Bahan-bahannya: 2 sdm minyak goreng; 1 sdm minyak wijen; 5 siung bawang putih dicincang, 100 gr bawang bombay dicincang, 1/2 ayam potong kecil-kecil, 2 sdm saus tiram, 1 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk, 1 sdm penyedap bubuk kaldu rasa ayam, 150 gr jamur kancing kaleng, iris 150 gr jagung manis pipilan.
Bikin buburnya: 150 gr beras, 800 ml air, 3 cm jahe dimemarkan, 2 batang serai dimemarkan.
Buat taburannya: kulit pangsit setelah diiris kemudian digoreng; daun ketumbar.
Pelengkap: saus sambal botolan dan acar ketimun.
Cara membuatnya:
1. Bubur: masak beras bersama air, jahe, dan serai hingga menjadi bubur setengah matang, angkat. 2. Panaskan minyak bersama minyak wijen, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan ayam, saus tiram, garam, dan merica bubuk, masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan bubuk kaldu rasa ayam, jamur, dan jagung, masak hingga ayam lunak, angkat. Masukkan ke dalam bubur, aduk rata. 3. Masak bubur bersama ayam hingga bumbu merata dan ayam lunak, angkat. 4. Sajikan hangat, taburi pangsit goreng dan daun ketumbar. Lengkapi dengan saus sambal dan acar.
Menu ukuran ini cocok buat 6 orang.
Selamat mencoba ya en jangan lupa kirim-kirim rantangannya ke aku....hehehe. Sudah sejak triwulan ke 1 tahun 2010 ini Gadis menyibukkan diri banget. Dari bulan Maret 2010, pas berlangsung Java Jazz Festival yang pertama kalinya diadain di Kemayoran, sampai sekarang menghasilkan juara dunia bola baru Tim Bola Spanyol sebagai juara dunia yang kebetulan bukan tim bola idolaku, dari dulu mah tim ku itu Jerman, abis pemainnya ganteng-ganteng dan flamboyan gitu deyh...hehe. Kesibukan macam-macam, selain masih mengerjakan tugas co-ass di rumah sakit, juga tugas sebagai panitia karena temanu tersayang, Yovina, mau menikah. Naaah...kalau udah begini, eskalasi emosiku jadi meningkat, walaupun udah belajar psikologi dan psikiatri, tetep ajah...namanya juga manusia...iya engga....... Nyampur2 emosiku engga keruan, kayak es campur en es doger dah. Help me please! Apalagi pengaturan waktu kesibukan dengan waktu istirahat tuhhh.... Well....c u (kayak tulisan2 di twitter tuuh).  | 2010 | Jan 4, '10 11:06 PM for everyone |
Udah 5 hari nech kita jalanin tahun 2010. Biasa-biasa aja sech. Qu sendiri masih sibuk-sibuk praktek supaya sekolahku cepet selesai, bisa praktek beneran dech. Temen-temen qu macem-macem lhoh menyambut tahun baru 2010 ini. Ada yang membuat semacam wish-list berikut perangkat "software" nya supaya dapat dicheck pake gadget mana ajah. Ada temen cewek qu yang menyiapkan rencana cari cowok baru, katanya sech... supaya menyesuaikan dengan tahun yang baru... hahaha....*sotoy*. Ada yang pakai istilah "resolusi" untuk menuliskan rencana-rencananya di diary. Bahkan ada yang habis-habisan jadi panitia malam pergantian tahun. Ada banyak contoh lainnya, dari yang super serius sampai yang X-treme action lah istilahnya..*hwalah lebay*...! Aqu sebenarnya kepingin juga lhoh menjalankan hal-hal seperti teman qu itu. Tapi tuntutan agenda diri qu, menyebabkan engga bisa sembarang bisa qu dapat. Saat ini aqu lagi co-ass di sebuah poliklinik rumah sakit ternama. Dibimbing oleh senior-senior yang ahli di bidangnya....*huhuhu...bete*. Aqu engga mau hanya gara-gara mengikuti kemauan qu sesaat, membuyarkan semua rencana yang udah aqu buat...*sotoy lagi* Iyya dech, selamat tahun baru en ga lupa kusisipkan pesan dari blog tetanggaku yang agak-agak lebay juga siy, namanya Pak Yuliansyah di http://rt008.wordpress.com , kayak giniy: Berusaha melakukan yang terbaik dari waktu ke waktu. Gunakan hati nurani lebih baik lagi. Jangan korupsi! Ingat anak cucu kita. *hihihihi kayak pesen ortu kita yahhh...* Sudah dua hari mesin motor kawanku, sebut ajah Yuli, berebet-berebet kalau dipakai goncengan berdua dengan aku. Pada putaran rpm tertentu, motornya jadi endut-endutan jalannya. Sebetulnya lucu juga rasanya, kami jadi tertawa berdua sepanjang jalan. Tapi apa boleh buat, Yuli engga sabar juga dengan kondisi motornya. Siang ini aku diajaknya ke bengkel Bang Jali yang buka dideretan sebelah Warteg Warmo di pasar darurat jalan tebet raya. Sambil nungguin karburator motor Yuli dioprek oleh si Ali, mekanik bengkel Bang Jali, aku dan Yuli cari tempat nongkrong sambil ngeceng di pinggir jalan. Akhirnye aku ketemu kursi panjang di warteg warmo yang kosong. Yuli memesan es jeruk untuk kami berdua. Aku pinjam koran Pos Kota yang lecek, yang mungkin sudah dibaca puluhan orang di warteg warmo ini. Lembar demi lembar kubaca sekilas ajah. Aku engga habis pikir, kenapa siy petinggi-petinggi negeri ini saling salah menyalahkan. Kenapa juga banyak kaum selebritis pada kawin cerai. Aduh.. ada berita pembunuhan cewek lagi di apartemen Jakarta Barat. Ada berita gembong maling motor Jawa Timur ditangkap di rumah istri mudanya di Madura. Berita ini, berita itu… Aku berhenti mendadak baca korannya. Rasanye engga nyaman meneruskan baca koran inu. Berita2 yang ada cenderung negatif ajah. Mana berita positifnya? Coba kita berandai-andai, kalo semua orang Indonesia berpikiran positif semua, bisa jadi engga ada tuh gontok-gontokan antar pejabat. Bisa jadi engga ada pembunuhan, kawin cerai, en seterusnya… paling tidak, berita kriminal ato kriminalisasi berkurang deh. Udah gituh, kalo orang Indonesia ber “positive thinking” semua, bisa jadi berkurang tuh cerita temen2 ato tetanggaku yang sakit jantung, hipertensi, stroke, cuci darah, wasir… dan seterusnya deh. Yoi Say… sambil terdiam sejenak, koran Pos Kota kulipat. Rasanya, positive thinking harus dimulai dari diri kita masing2… Wooitts… tiba2 ada yang menepuk pundakku, lamunanku buyar seiring kaget gara-gara diingatkan Yuli bahwa motornye doski sudah beres tuh. Okay deh, Say. Kita bersiap jalan-jalan lagi dengan Yuli. Go.. go.. go.. Hari Minggu pagi itu ketika masih berbaring dikamarku sambil nonton acara kuliner di tv, datanglah adikku masuk ke kamar dengan membawa majalah remaja putri kesayangannya. "Kak, kita belajar bikin ketoprak yuk....", begitu dia memulai pembicaraan. "Apa? Belajar bikin makanan? Ketoprak....?", kutanya asal-asalan sambil mataku menatap acara tv kuliner kesukaanku, tepatnya sech mau menggoda adikku aja. "Iya, Kak... ini di majalahku ada resep cara buatnya", adikku ngomong sambil bergerak baring disebelahku. "Ah, daripada bikin, mendingan kita beli aja... nanti sebentar lagi juga lewat si abang ketoprak di depan rumah", begitu jawabku asal sekalian menggodanya lagi.
"Sekali-sekali Kak, kita nyobain bikin yang gampang dulu, baru nanti pelan-pelan nyobain yang rada susah. Daripada kita nonton acara kuliner melulu di tv, tapi ga pernah nyobain sekalipun", begitu adikku mulai nyerocos persis seperti guru bahasa indonesiaku di sekolah.
Apa boleh buat, daripada adikku ganggu terus dikamar ini di hari libur yang seharusnya cerah, kali ini aku coba mengikuti ajakan adikku. Aku ambil majalah yang dipegangnya dan kubaca resep ketoprak yang ada di halaman kuliner. Terutama aku kepingin tau bahan-bahannya supaya ga perlu belanja ke pasar lagi nech, siapa tau di kulkas udah ada semua. Secara Mamah orang yang paling rajin sedunia menyimpan bahan-bahan makanan di kulkas.
Bahan-bahannya seperti tahu putih, bihun, taoge, ketupat, rasanya semua ada di kulkas. Kecuali ketupat, masih bisa disiasati dengan membuat lontong, begitu pikirku. Bahan sausnya adalah kacang tanah, bawang putih, cabe rawit merah dicampur garam dan kecap manis. Sebagai pelengkap, perlu bawang goreng, irisan seledri dan kerupuk merah. Kalo soal kerupuk merah, ga usah yang warna merah khan.
Mulailah kami melaksanakan "operasi" di dapur. 5 buah tahu putih berukuran 6x6x2 cm aku goreng setengah matang aja, trus diangkat dan ditiriskan, potong-potong aja semau kita, bisa bentuk dadu kecil2, sesuai petunjuk di majalah adikku.
50 gram bihun aku rendam di air dingin sampai menjadi lunak, terus ditiriskan.
250 gram taoge giliran adikku yang menyiangi dan mencuci bersih, lalu diseduh dengan air panas. Ga usah lama-lama terus diangkat taogenya.
Lontong aku siapkan dengan cara membuatnya dalam kemasan plastik dan direbus. Sesudah jadi, lontong dipotong-potong dan ditaruh dan ditata pada piring saji besar lonjong. Bubuhkan tahu potongan, bihun yang sudah ditiriskan tadi dan taoge rebus ke piring saji ini.
Pembuatan sausnya, pertama-tama 6 siung bawang putih dan 5 buah cabe rawit merah setelah dihaluskan bersama 1 sdt garam, digoreng sebentar. Tiriskan dan ditaruh di piring lain.
250 gram kacang tanah digoreng terus tiriskan, ditaruh pada piring bawang dan cabe tadi. Semuanya dihaluskan. Lalu masukkan ke piring itu lagi 100 ml air hangat, 1 sdt garam dan kecap manis secukupnya. Diaduk-aduk lagi. Saus ini kemudian ditumpahkan ke lontong di piring saji.
Setelah itu ditaburi lagi dengan bawang goreng, irisan seledri dan kerupuk merah. Bisa juga kerupuk yang berwarna lain.
Horeee... ketoprak telah tersaji, begitu adikku kegirangan. Menurut majalah adikku tadi, menu ketoprak tadi bisa untuk 6 orang. Tapi aku dan adikku sudah sepakat bahwa porsi ini dihabiskan berdua atau engga, tergantung dari rasa hasil masakan kami berdua tadi sech. Maknyusss atau engga yah. Hehehe..... :) Berawal dari melihat tayangan kuliner pilihan di Trans TV yang diasuh oleh pencetus "makk nyuss" Pak Bondan Winarno di bulan puasa. Persisnya hari Sabtu tanggal 5 September 2009. Dalam tayangantersebut, Pak Bondan ceritanya lagi ngabuburit di Mesjid Istiqlal sambil pijat refleksi. Pijat refleksi? Iya lhohh di pelataran mesjid Istiqlal itu ada yang menyediakan pijat refleksi bagi jamaah yang ke mesjid Istiqlal. Istiqlal itu artinya Merdeka, menurut Pak Bondan sambil direfleksi di pelataran Istiqlal. Ada-ada aja Pak Bondan ini. Muncullah Saskia Mecca yang ceritanya ketemu Pak Bondan di Istiqlal itu. Kemudian mereka berdua menemui Mpok Minul yang sedang menyiapkan masakan sayur, lokasinya masih di pelataran Istiqlal. Nama masakannya, Sayur Babanci, masakan khas Betawi jadul yang sekarang udah langka, baik karena susah mencari bumbu dapurnya, maupun karena lama cara perebusannya, ribet! Itulah sebabnya masakan ini disebut langka.
Mpok Minul yang bernama asli Fahmia Anggraini ini mulai menjelaskan persiapan membuat Sayur Babanci ini. Dimulai dari daging kepala sapi yang direbus selama 4 jam! Yang direbus dagingnya aja dengan air kelapa muda. Direbus sampai matang, sampai dagingnya empuk. Aromanya menurut Saskia Mecca, “tanpa ditambahin apa-apa wanginya udah enak banget yah…”
Kalo merebus daging kepala sapi sudah selama satu setegah jam, daging kepala sapi diangkat lalu dipotong-potong dulu, trus direbus lagi. Sambil merebus dengan waktu tersisa dua setengah jam lagi, kata Mpok Minul, kita bikin campuran bumbunya trus bumbu ini ditumis dulu. Juga dibuat suiran/parutan kelapa tua yang sudah disangrai trus ditumbuk sampai keluar minyaknya. Bumbu dan parutan kelapa ini dituang semua ke air rebusan daging.
Parutan kelapa muda dimasukkan juga ke rebusan daging. Menurut Pak Bondan, warna dan tekstur kuahnya sangat mirip dengan soto Pallu Basa dari Makassar. Makannya harus dengan ketupat yg sudah dipotong-potong. Kalau sudah mendidih dimasukkan santan campur sama Asem Jawa. Warna air rebusan menjadi “merah cakep”, kata Pak Bondan sambil menyicipi kuahnya, sambil meminta maaf karena tayangan di bulan pasa padahal shooting tayangan ini berlangsung sebelum bulan puasa. Baunya menurut Pak Bondan, “cakep banget… harum.” Baru kuahnya, rasanya “muakknyusss…”, berbarengan Pak Bondan dengan Saskia Mecca menyebut kata sakti itu. Kelapanya mempunyai tekstur unik dan empuk. Muakknyusss! Menurut Bondan, “langka tapi enak, karena itu kita hrs hidupkan kembali wiskul nusantara ini.”
Tambahan info dari internet sebagai berikut:
((http://resep.kitchen4all.com/2008/04/resep-sayur-babanci-warisan-kuliner.html Resep Sayur Babanci, warisan kuliner tempo dulu Betawi yang nyaris punah.
“Sayur ini bumbunya banyak sekali. Soto bukan, gule bukan, kare juga bukan. Jadi karena rasanya campur-campur, nggak jelas kayak banci,” kata Fahmia Anggraini, menjelaskan alasan kenapa dinamakan Sayur Babanci di gerai makanannya di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (19/4).
Babanci sendiri, artinya kebanci-bancian. Sayur tradisional Betawi ini, sangat jarang ditemukan di masa kini. Apalagi di restoran-restoran Betawi atau masakan Indonesia, dijamin anda tidak akan menemukan si jadul ini. Konon, sayur ini pada masa kejayaannya, hanya disajikan khusus untuk orang-orang Betawi yang mempunyai status sosial tinggi, seperti bek betawi alias mandor. Tak heran, jika hanya segelintir orang yang mampu memasak menu Betawi kota ini.
Salah satunya adalah keluarga H. Buchori. Resep istimewa ini diteruskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Kini, tinggal dua orang dari keluarga ini yang piawai memasak sayur berkuah jingga ini, seorang diantaranya, Hj. Siti Masfufah, yang saya temui siang itu, di tengah-tengah Festival Kuliner Nusantara dalam rangka ulang tahun ke 33 TMII.
Ia menuturkan, dibutuhkan waktu satu minggu untuk mengumpulkan bahan-bahan si ‘banci’ ini karena langka dan susah didapat. Beberapa adalah temu mangga, kedaung, bangle, adas dan lempuyang. Wow, susah membayangkan semua bahan itu masih dipakai untuk masakan jaman sekarang.
“Masaknya juga lama, sekitar empat jam. Jadi bikin orang males membuatnya, karena bikinnya nggak gampang,” jelas Masfufah. Mendengar semua cerita menarik tentang sejarah sayur ini, lidah siapa yang tidak tergoda untuk mencicipinya? Saya pun langsung memesan seporsi babanci.
Selain bumbu-bumbunya yang jadul, isinya juga tidak biasa, yakni, kelapa muda dan daging yang diambil khusus dari kepala sapi. Tak jelas, kenapa musti kepala sapi. Para pembuat sayur ini juga hanya menggelengkan kepala ketika saya tanya, tanda tidak tahu jawabannya. Wujud fisik sayur ini mirip dengan gule, jingga dan bersantan. Daging sapi dipotong dadu kecil-kecil, dengan lembaran-lembaran daging kelapa yang tipis-tipis. Aroma santan yang wangi bercampur rupa-rupa bumbu dapur, benar-benar menggoda hati.
Meski didominasi oleh santan, tetapi kuahnya tidak terlalu kental dan lebih segar dari kuah gule. Perpaduan antara bumbu-bumbu dan kelapa menghasilkan rasa yang seimbang antara manis dan gurih dengan aroma rempah yang kuat. Dagingnya juga dimasak hingga empuk hingga bumbu meresap. Potongan-potongan kelapa muda juga memberi pesona tersendiri pada sayur tempo dulu ini. Mmm…nyam-nyam. Unforgettable food!
Babanci adalah contoh dari masakan tradisional Indonesia yang terlupakan di tengah derasnya globalisasi kuliner yang merambah tanah air. Syukurlah, masih ada orang-orang yang berusaha mempertahankannya, seperti keluarga H. Buchori.
Puas mencicipi kuliner jadul tanah Betawi, saya berganti dengan makanan-makanan daerah lain yang tersedia di area ini. Soto Kwali dari Solo, Lontong Kupang dari Surabaya, Nasi Kucing dari Yogyakarta, Lapis susu dari Bangka Belitung, Jajanan Pasar dari Jawa. Semuanya menarik dan enak di lidah.
Sebenarnya, masih banyak masakan yang tersedia di acara ini. Tetapi, perut rasanya sudah penuh dan mau meledak. Masih ada Kambing Bakar Madu, Mie Aceh, Kue Delapan Jam dari Palembang dan lain-lain. Tetapi, saya tidak khawatir. Toh, ada kartu nama mereka di kantong. Jadi, kali lain saya bisa menyambangi masakan-masakan ini satu- satu, langsung dari dapurnya. Oke nggak? ***
source: artikel Kompas by: Angelina Maria Donna )) ((http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/08/24/08575516/Sayur.Babanci..Masakan.Kuno.yang.Terpinggirkan Sayur Babanci, Masakan Kuno yang Terpinggirkan DOKUMENTASI BERITAJAKARTA.com Sayur Babanci Senin, 24 Agustus 2009 | 08:57 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Di antara sekian banyak masakan khas Betawi, mungkin sebagian warga Jakarta ada yang belum tahu sayur Babanci. Ya, dari istilahnya saja sayur yang satu ini memang terkesan aneh dan sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional.
Mungkin bisa dibilang hampir punah. Sebab, bahan-bahan untuk membuat sayur itu sudah sulit ditemukan di Jakarta, seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang. Sementara untuk kelapa muda, daging kepala sapi, dan santan kelapa, masih bisa ditemukan dengan mudah.
Lantaran sulitnya mencari sebagian bahan-bahan tersebut, kini warga Betawi hanya menyajikan sayur itu pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, seperti buka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.
Jika semua bahan itu bisa terkumpul dengan baik, maka bukan tak mungkin sayur Babanci itu akan tersaji dengan lezat layaknya masakan istimewa tempo dulu. Seperti apa rasanya? Ya, rasanya memang cukup menggugah nafsu makan, karena rasanya sangat khas Betawi, yaitu antara asin, manis, dan gurih.
Menurut Hj Farida, warga Condet, Jakarta Timur, sayur Babanci ini mirip gulai, tapi wujudnya sayur. Sebab, meski bersantan kental, namun tetap ada cita rasa berkuah segar seperti sayur. Lantaran ketidakjelasan masuk kategori sayur atau gulai, sayur ini disebut sayur banci, dan pada akhirnya disebut sayur Babanci. “Nama Babanci diambil dari kata `kebanci-bancian`. Karena memang tidak jelas rasa dan fisiknya masuk kelompok sayur apa gulai,” tutur wanita asli Condet ini.
Untuk membuat sayur ini memang butuh keahlian khusus. Sehingga, penyajiannya betul-betul sempurna. Selain harus memberikan ramuan bumbu yang pas, juga membutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Mulai dari meracik bumbu, memotong-motong daging kepala sapi, mengerok isi kelapa muda, hingga merebus daging kepala sapi itu sendiri.
“Untuk merebus daging kepala sapi saja butuh waktu sekitar empat jam. Soalnya, kalau cuma sebentar dagingnya tidak bisa empuk. Terus untuk mencampurkan isi kelapa muda harus pas, jangan sampai rasa kenyalnya ilang. Belum yang lain-lainnya, jadi butuh kesabaran,” kata Hj Farida.
Saat disajikan, makanan ini dijadikan sebagai sayur yang ditemani sejumlah lauk-pauk pada umumnya, seperti tempe, tahu, dan kerupuk. Ada pula yang menambahkan sambal untuk menambah kelezatan makanan ini.)) Sudah waktunya istirahat, pulang sekolah, makan siang, baca-baca buku dulu dehhhh. Secara kalo langsung bubuk siang padahal abis makan, ntar tambah ndut dunk... hehehehe.
Sebelum baca buku, Gadis mau kontemplasi dulu: Kehidupan ini memang siklus! Sederhana ajah, banyak contoh dari alam raya di sekitar kita, ada siang, ada malam, trus siang lagi, begitu deterusnya. Begitu perputarannya, membentuk suatu gugus “siklus”. Begitu juga manusia, terlahir dari perpaduan sel mani dan sel telur yang berasal dari saripati makanan yang dimakan oleh Bokap en Nyokab kita.
Entah makanan yang nabati atau hewani, masing2 itu juga makan tumbuh2an. Tumbuh2an sendiri mengambil enerji dari air dan unsur hara tanah. Kembali ke siklus manusia, sesudah lahir, tumbuh kembang, remaja, dewasa, menikah dan mempunyai anak, tua, meninggal, kembali bergabung dengan tanah lagi.
Siklus-siklus inilah yang mengingatkan kita agar menjauhi dosa, perbuatan yang tidak baik, menghindari amarah, engga takabur, sombong, arogan, selalu mempunyai cita-cita, harapan, tujuan, visi, misi. Jadi yang bener sech, hepi-hepi ajah dan biasa-biasa ajah kallleeeeee.... Posted by anindita on Oct 5, ‘05 11:55 PM for everyone Category: Other Style: Other Special Consideration: Quick and Easy
Description: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih sayang yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq ! Selamat menikmati dari ‘love’ bakery’
Ingredients: 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.
BUMBU: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh telpon-telponan, Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.
Directions: Cara Memasak: - Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni. - Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata. - Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta - Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas. - Kue siap dinikmati.
Tips: Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. - Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.) - Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan. - Gunakan Kasih Sayang cap”IMAN, HARAP & KASIH” yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian. Waktu demi waktu berlalu lebih dari setahun. Gadis menyadari memang sulit untuk memperkaya blog ini kalau dikerjakan hanya sambil lalu dibandingkan dengan kesibukan Gadis sehari-hari. Namun bukan berarti Gadis menghindari silaturrahmi melalui blog ini. Untuk itu Gadis bersalam Cinta dan Perdamaian di tahun 2009 untuk friends semua. Lanjutkanlah silaturrahmi kita melalui blog ini. Sampai jumpa di blog selanjutnya.

Now at the third day of 2008, I’ve got something like stumped idea, after almost a full month ago in every single day I’ve doing my job in tight scheduled, especially when my company was celebrate the anniversary. Still emptiness. Even, I’m still okay. Please…God, keep me still on motivated and inspiration. Getting the best all the time…2008 and so on! Now at the third day of 2008, I've got feel nothing. Emptiness. I don’t now why, eventhough the activities still make me happy. It’s mean event unwanted work in my job area with overtime schedule in holyday, I’m still okey. Attacking bad news in global situation, e.g. Pakistani’s Bhutto murdered, various disaster in a part of the world which global warming indication, etc. All in a shortly day by day at the end of 2007. We’ve just look around to get prayer. Thanks God we want to walks through to 2008. Keep on motivated and inspirated. Getting the best all the time…and welcome the year 2008! Assalamualaikum, Gadis mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga di bulan Ramadhan ini kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin. Happy Ramadhan, Have A Nice Breakfast. May Godbless Us. Ameen. Wassalam.  | Hi... | Sep 24, '07 9:04 AM for everyone |
I'm Gadis7, 20. Just wants to share with you...  | Guestbook | |
 | masukin resep makanan ketoprak betawi dunk. |
 | salam kenalan dari bang wiskul...! |
 | Buka deh comment di blog Gadis sebelumnya "hi.." |
| |